Bentuk Agregat
Bentuk Agregat
Agregat alam maupun batu pecah dapat mempunyai berbagai bentuk butiran, ditinjau dari bentuknya, agregat dapat dibedakan atas agregat yang berbentuk :
-
Bulat
Agregat bulat ( dari sungai atau pantai) mempunyai rongga udara minimum 33 persen, hal ini berarti mempunyai rasio luas permukaan yang kecil, sehingga hanya memerlukan pasta semen yang sedikit untuk menghasilkan beton, namun ikatan antara butir – butirnya kurang kuat sehingga lekatannya lemah. Oleh karena itu, agregat seperti ini tidak cocok untuk beton mutu tinggi.
Baca Juga : Tekstur Permukaan Agregat.
Agregat bulat sebagain mempunyai rongga udara lebih besar dari pada agregat bulat, yaitu berkisar antara 35 sampai 48 persen. Dengan demikian membutuhkan lebih banyak pasta semen untuk mendapatakan beton segar. Ikatan antara butir – butir lebih baik dari agregat bulat, namun belum cukup untuk dibuat beton mutu tinggi
-
Bersudut
Agregat bersudut mempunyai rongga berkisar antara 38 sampai 40 persen. Ikatan antara butir – butirnya sehingga membentuk daya lekat yang baik. Campuran yang menggunakan agregat jenis ini memerlukan pasta semen yang lebih banyak untuk membuat adukan beton yang baik. Agregat jenis ini baik untuk membuat beton mutu tinggi.
-
Pipih
Agregat pipih ialah agregat yang ukuran terkecil butirannya kuran dari 3/5 ukuran rata –ratanya, ukuran rata – rata agregat ialah rata ukuran ayakan yang meloloskan dan yang menahan butiran agregat. Jadi, agregat mempunyai ukuran rata – rata 15 mm jika lolos pada lubang ayakan 20 mm dan tertahan pada lubang ayakan 10 mm. agregat yang dinamakan pipih jika ukuran terkecil butirannya lebih kecil dari 3/5 x 15 mm = 9 mm.
-
Memanjang (Lonjong)
Butiran agregat disebut memanjang bila ukuran terbesar (yang paling panjang) lebih dari 9/5 dari ukuran rata – rata. Jadi, ukuran terbesar butrinya lebih dari 27 mm/
Kepanjangan butir agregat berpengaruh jelek terhadap daya tahan/keawetan beton, karena agregat ini cenderung berkedudukan pada bidang rata air (horizontal), sehingga terdapat rongga udara di bawahnya. Pada umumnya butiran agregat yang pipih/panjang tidak boleh lebih dari 15 persen.