Sebagian besar dari keseluruhan bangunan modern yang ada saat ini, baik perumahan, ruko, sampai dengan bangunan perkantoran, memanfaatkan rangka baja untuk bagian atapnya. Hal ini dikarenakan oleh berbagai keunggulan yang bisa didapatkan dengan menggunakan rangka dari baja. Salah satunya adalah kekuatannya yang cukup baik dalam menahan beban atap.
Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan pada Pemasangan Rangka Baja
Baja juga menjadi bahan material yang memiliki umur yang lebih panjang jika dibandingkan dengan kayu yang mudah keropos dan rentan termakan rayap. Dalam hal pemasangan, material baja juga terbilang mudah. Meskipun demikian, pemasangan batang baja untuk kerangka atap juga harus teliti dan penuh kewaspadaan.
6 Hal yang Harus Diwaspadai dalam Pemasangan Rangka Baja
Berikut beberapa hal yang harus diwaspadai dan dikerjakan secara terliti dalam pemasangan kerangka atap dari baja:
1. Beban yang Ditahan oleh Rangka Atap
Salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan adalah besarnya beban yang ditahan oleh kerangka atap yang dibuat dari baja. Hal ini akan mempengaruhi ketahanan dan kekuatan material baja yang digunakan. Walaupun tidak bisa dihitung secara pasti, tetapi penghitungan bisa dilakukan dengan menggunakan estimasi. Perkiraan ini dilakukan dengan memperhatikan jenis atap yang digunakan, serta banyaknya jumlah atap yang digunakan.
2. Pemilihan Jenis Baja untuk Rangka
Baja yang digunakan untuk rangka atap pada umumnya adalah baja ringan. Dari jenis baja ringan ini, masih ada berbagai jenis baja yang memiliki kualitas yang berbeda-beda. Untuk menggunakannya sebagai rangka atap bangunan, Anda harus memilih baja ringan yang berkualitas. Beberapa jenis baja ringan yang memiliki kualitas terbaik adalah go green, spandex, polycarbonate x lite, serta polycarbonate solarlite.
3. Sistem Kesatuan pada Rangka Atap
Dalam pemilihan baja sebagai untuk kerangka atap bangunan, maka yang menjadi kunci utamanya adalah sistem kesatuan. Sistem kesatuan ini mampu memberikan kekuatan bagi baja untuk menopang beban pada rangka atap. Integrasi masing-masing batang baja yang terhubung dengan sambungan menjadi kunci utama dalam penahanan beban rangka atap. Jika terjadi kesalahan yang kecil saja pada salah satu rangka, maka akan berimbas pada seluruh rangka atap. Apabila salah satu bagian tidak terpasang secara sempurna, maka keruntuhan keseluruhan bangunan sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, sistem kesatuan pada rangka atap ini menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan.
4. Kemiringan Rangka Atap Baja
Derajat kemiringan atap pada saat pemasangan rangka harus diketahui terlebih dahulu. Semakin besar derajat kemiringan atap, maka tentu saja luas atap juga semakin luas. Idealnya, kemiringan sebuah atap berkisar antara 250 atau 300 derajat. Derajat kemiringan ini sudah cukup ideal, sehingga tampilan atap bangunan akan terlihat pas dan fungsional.
5. Lapisan Anti Karat pada Material Baja
Material baja ringan telah dilapisi dengan beberapa jenis lapisan anti karat, ada yang berupa zinc, kombinasi zinc aluminium dan silicon, kombinasi zinc aluminium dan magnesium, dan sebagainya. Ketebalan lapisan pada tiap jenis baja ringan tentu saja juga berbeda-beda. Oleh karena itu, agar rangka atap dari baja lebih awet dan tahan lama, Anda bisa memilih baja dengan lapisan anti karat yang cukup baik.
6. Pemasang Kerangka oleh Ahli
Untuk bisa mendapatkan hasil yang berkualitas, tahan lama, pas, hemat biaya, dan paling penting aman, Anda harus memilih pemasang yang telah ahli. Konsultasikan berbagai kebutuhan serta gambar kerja rangka baja untuk atap Anda. Dengan perhitungan yang matang, serta pemasang yang ahli, maka rangka atap dari baja pun akan aman dan berkualitas.
One comment
Pingback: Mengenal Galvanis sebagai Material Rangka yang Kuat dan Tahan Lama - Trigonometri Consultant